Senin, 25 Februari 2013
UAS Semester II 2012/2013
○ Kelas : IX-E
○ No Absen : 18
○ Kesan : Berada di SMPN 4 Martapura disini adalah hal yang indah dalam hidup saya, karena bisa bertemu teman-teman yang baik.
○ Saat ini sedang mengerjakan UAS Praktik TIK semester ganjil 2012/2013.
○ Inilah hasil Google Docs Saya : Disini
UAS semester II 2012/2013
inilah data dari saya:
nama:m.nanang saputra
kelas:IX-E
no.absen:18
kesan:saya mendapatkan kenangan saya yang tidak bisa di lupakan
saat ini sedang mengerjakan UAS praktik TIK semester ganjil 2012/2013
inilah hasil-hasil google doc saya : disini
nama:m.nanang saputra
kelas:IX-E
no.absen:18
kesan:saya mendapatkan kenangan saya yang tidak bisa di lupakan
saat ini sedang mengerjakan UAS praktik TIK semester ganjil 2012/2013
inilah hasil-hasil google doc saya : disini
Kamis, 14 Februari 2013
Intergasi PKN
2.3 Integrasi Nasional
2.3.1 Integrasi Nasional
Indonesia
sebagai sebuah negara dalam realitasnya terpisah pada beberapa bagian dan
tingkatan, dari segi geografis dipisahkan oleh lautan dengan beratus-ratus
pulau besar dan beribu-ribu pulau kecil. Kadangkalanya banyak pulau yang belum
diberi nama, bahkan belakangan ini dua pulau yang berada di kawasan Kalimantan
telah menjadi milik Negara Malaysia. Dari perspektif kewilayahan tampak
pembagian Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat, atau kawasan
perkotaan dan perdesaan. Realitas itu menyebabkan pula kewargaan penduduk
Indonesia berbeda-beda dari segi kebudayaan. Pengelompokkan kewargaan serupa
itu diwujudkan dalam satuan-satuan etnik. Menurut kajian Hildred Geetz,
terdapat 300 kelompok etnik dan 250 jenis bahasa yang setiap kelompok etnik itu
memiliki identitas kebudayaan sendiri, termasuk di dalamnya bahasa-bahasa yang
digunakannya.
Negara Indonesia menganut faham nasionalisme. Nasionalisme
adalah suatu faham yang mengajarkan bangsa yang bernegara yang dibangun dari
masyarakat yang majemuk, dan warganya tersebut sungguh-sungguh bertekad untuk
membangun masa depan secara bersama, dengan terlepas dari berbagai perbedaan
ras, etnik, dan agama atau misalnya, dari ikatan kesetiaan yang melekat sejak
lahir terhadap suku daerah kelahirannya. Suatu negara akan berfungsi dengan
baik apabila memiliki dukungan idiologi nasionalisme, dan juga tidak kalah pentingnya
adalah dukungan demokrasi. Nasionalisme dibangun dari semangat rakyat untuk
bersatu, sedangkan demokrasi menjamin jati diri rakyat, penghormatan dan
perlindungnya. Dalam hal ini keikutsertaan dalam kehidupan bernegara
diwajibkan, sehingga semangat nasionalisme dan demokrasi dapat dibangun dengan
baik yang diharapkan akan tercipta suatu stabilitas nasional yang tangguh,
sekalipun dalam negara demokrasi berbagai kepentingan tidak akan hilang tetapi
dapat ditekan atau larut dalam berbagai organisasi politik yang ada. Semua itu
dapat tercapai apabila pemerintahan itu baik, seperti menegakkan keadilan dalam
mengalokasikan sumber daya nasional, baik antar sektor maupun antar wilayah,
sehingga etnik diperlakukan dengan adil, dapat hidup dengan tenang, aman, serta
dapat melaksanakan seluruh kegiatan kehidupan sosial dengan baik. Tetapi
sebaliknya bila pemerintah mengalami kemunduran dalam kinerjanya, maka masing-masing
golongan yang ada dalam masyarakat akan berjuang untuk memperoleh hak, serta akan memenuhi
aspirasi sebagai kepentingan yang syah, maka demikian akan timbul kebangkitan
etnik, dan lebih jauhnya lagi akan terjadi suatu gejolak di masyarakat.
Berikut ini beberapa
pengertian tentang integrasi Menurut Claude Ake (dalam Nazaruddin Syamsuddin,
Integrasi dan Ketehanan Nasional di Indonesia (Lemhanas, Jakarta 1994, hal3),
integrasi nasional pada dasarnya mencakup dua masalah pokok, yaitu:
1. Bagaimana membuat
rakyat tunduk dan patuh kepada tuntutan-tuntutan negara, yang mencakup perkara
pengakuan rakyat terhadap hak-hak yang dimiliki negara.
2. Bagaimana meningkatkan
konsensus normatif yang mengatur prilaku politik setiap anggota masyarakat, konsensus
ini tumbuh dan berkembang diatas nilai-nilai dasar yang dimiliki bangsa secara
keseluruhan.
Sedangkan menurut
pakar sosiologi, Manrice Duverger dalam bukunya, mengatakan sebagai
berikut,“Integrasi didefinisikan sebagai “dibangunnya interdependensi yang lebih
rapat antara bagian-bagian antara organisme hidup atau antara nggota-anggota
dalam masarakat” sehingga integrasi adalah proses mempersatukan masyarakat,yang
cenderung membuatnya menjadi suatu kata yang harmonis yang didasarkan pada
tatanan yang oleh angota-anggotanya dianggap sama harminisnya.Dari dua
pengertian tersebut diatas pada hakekatnya integrasi merupakan upaya politik/
kekuasaan untuk menyatukan semua unsur masyarakat yang majemuk harus tunduk
kepada aturan-aturan kebijakan politik yang dibangun dari nilai-nilai kultur
yang ada dalam masyarakat majemuk tadi, sehingga terjadi kesepakatan bersama
dalam mencapai tujuan-tujuan nasional di masa depan untuk kepentingan bersama. Proses
integrasi disebabkan adanya, kebersamaan sejarah, ada ancaman dari luar yang
dapat mengganggu keutuhan NKRI, adanya kesepakatan pemimpin, homogenitas social
budaya serta agama,dan adanya saling ketergantungan dalam bidang politik dan ekonomi.Nazarudin
berpendapat istilah integrasi nasional merujuk kepada perpaduan seluruh unsur
dalam rangka melaksanakan kehidupan bangsa, meliputi social, budaya, dan
ekononi. Maka pengertian integrasi nasional adalah menekankan pada persatuan
persepsi dan prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
2.3.2 Dimensi
Integrasi
Integrasi mempunyai
dua dimensi, antara lain: integrasi horizontal dan integrasi vertikal. Dimensi
vertikal dalam integrasi nasional bertujuan mengintegrasikan persepsi dan
prilaku elite dan masa dengan cara menghilangkan, mengurangi perbedaan
kesenjangan antara kelompok yang berpengaruh dengan yang dipengaruhi. Sedangkan
dimensi horizontal mengintegrasikan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat,
dengan cara menjembatani perbedaan –perbedaan yang ditimbulkan oleh
factor-faktor teritorial/ kultur dengan mengurangi kesenjangan yang ditimbulkan
oleh factor-faktor tersebut.
Nazaruddin Sjamsudin
mengatakan “Integrasi lazim dikonsepsikan sebagai suatu proses ketika kelompok
sosial tertentu dalam masyarakat saling menjaga keseimbangan untuk mewujudkan kedekatan
hubungan-hubungan social, ekonomi, politik. Kelompok-kelompok sosial tersebut
bisa terwujud atas dasar agama dan kepercayaan, suku, ras dan
kelas. Konsepsi tersebut mengisyaratkan bahwa integrasi tercipta melalui proses
interaksi dan komunikasi yang intensif (dengan tetap mengakui adanya perbedaan.
Kemudian jalan menuju proses intagrasi tidak selalu lancar atau mulus
seringkali menemukan hambatan-hambatan , itu jelas ada seperti adanya
primordialisme, suku, ras, agama dan bahasa. Dalam setiap kebijakan pemerintah
selalu ada reaksi setuju dan tidak setuju, hal tersebut adalah wajar apabila
suatu negara dibentuk dari suatu masyarakat yang majemuk, ada yang merasa diuntungkan
dan ada yang merasa dirugikan okeh kebijakan tersebut. Kelompok yang merasa
dirugikan dengan adanya kebijakan tersebut akan merasa tidak puas maka kelompok
tersebut akam menyalurkan kekecewaannya dalam masyarakat melalui
kelompok-kelompok yang ada didalammya.Integrasi masyarakat dalam negara dapat
tercapai apabila :
1) Terciptanya
kesepakatan dari sebagian besar anggotanya terhadap nilai-nilai social tertentu
yang bersifat fundamental dan krusial
2) Sebagian besar
anggotanya terhimpun dalam berbagai unit socialyang saling mengawasi dalam aspek-aspek
sosial yang potensial.
3) Terjadinya saling
ketergantungan diantara kelompok-kelompok sosial yang terhimpun didalam
pemenuhan kebutuhan ekonomi secara menyeluruh
Longsor
Korban Tewas Longsor di Agam Sumatera Barat Bertambah
Andri Haryanto - detikNews
"Hingga Minggu (27/1) pukul 18.00 Wib telah teridentifikasi 11 jiwa tewas," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/1/2013).
Selain itu, 6 korban mengalami luka-luka dan diperkirakan 9 orang masih tertimbun longsor dan tengah dilakukan evakuasi. "Upaya evakuasi akan dilaksanakan non stop kecuali cuaca tidak kondusif," kata Sutopo.
Berikut nama-nama korban yang dirilis oleh BNPB:
Korban meninggal:
1. Nursinah, perempuan (70)
2. Tajuddin, laki-laki (65)
3. Martini, perempuan (60)
4. Julianti, perempuan (26)
5. Rosda, perempuan (55)
6. Aldi, laki-laki (9)
7. Asril, laki-laki (58)
8. Indah, perempuan (9)
9. Dila, perempuan (8)
10. Emi Astuti, perempuan (38)
11. Juliardi, laki-laki (25)
Korban luka-luka:
1. Badri,
2. Mawardi,
3. Sahrial,
4. Safrudin,
5. Wendri.
6. Anto
"Korban luka-luka dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang dan RSUD Lubuk Basung Agam," jelas Sutopo.
Nama warga yang belum ditemukan:
1. Bayar (70)
2. Rosmi (75)
3. Rani (8)
4. Riyan (11)
5. Mursinah (50)
6. P. St.sinaro (40)
7. Aldi (9)
8. Kamal (1,5)
9.nurhaida (23)
Rabu, 16 Januari 2013
Liburan Ku
Langganan:
Komentar (Atom)
SMPN 4 Martapura
SMPN 4 Martapura